Get me outta here!

Friday, July 29, 2016

SINGLE ROPE TECHNIQUE



PENGERTIAN
SRT (Single Rope Technique) adalah tehnik untuk melintasi suatu lintasan vertikal yang berupa satu lintasan tali.
PERALATAN
Perlengkapan dalam Single Rope Technic antara lain :
a.       Harness : sabuk pengaman
-            Sit harness
Harness ini adalah harness yang didesain
secara khusus untuk kegiatan susur goa berbeda dengan harness yang biasa dipakai untuk panjat tebing/panjat dinding. Macamnya pun beragam, seperti Croll, rapide, Avanti, super Avanti, fractio dll.
http://2.bp.blogspot.com/-Gqnm114Sy0o/UPk0s9THZ1I/AAAAAAAAACA/yU5FLADuwJc/s200/sit+harness+2.png

-          Full body harness
Fullbody harness berfungsi sama seperti harness, akan tetapi berbeda dalam ukuran dan bentuk, fullbody harness digunakan pada seluruh tubuh dan memiliki tempat untuk pengaman/tambatan yang terletak di dada dan ada juga fullbody yang memiliki tempat pengaman/tambatan yang terletak di punggung. Fullbody harness biasa digunakan oleh pekerja yang melakukan pekerjaan di medan-medan sulit/ketinggian, akan tetapi dapat juga digunakan untuk high angle rescue technique, baik digunakan oleh rescuer maupun oleh korban.
-          Chest harness
Chest harness berfungsi sebagai pengaman dada, biasanya chest harness digunakan pada ascending mechanical system sebagai penghubung croll (chest ascender). Akan tetapi skarang dipasaran banyak beredar chest harness fabrikasi yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Selain itu chest harness dapat dibuat dengan menggunakan modifikasi webbing dan dihubungkan dengan simpul pita.
Selain harness yang dibuat fabrikasi, di kenal juga improvisasi harness yang terbuat dari webbing, berikut ini beberapa cara yang sering digunakan untuk membuat improvisasi harness.






b.      Descender
Descender, merupakan peralatan yang digunakan untuk turun tali. Macam-macam discender antara lain Capstand ( ada dua jenis, simple dan auto stop), whale tail, Rack (ada dua jenis, yang open dan close rack), Figure of Eight dan lain sebagainya.
http://3.bp.blogspot.com/-O_OUIIHyASA/UPk39CyLMJI/AAAAAAAAACo/qPQdxaMh598/s200/descender_figure_8.jpghttp://2.bp.blogspot.com/-cY6GqPCri9A/UPk39jxrVCI/AAAAAAAAACs/ejZBk9lhRec/s200/Descender.6010070.jpg
c.       Ascender
Ascender, adalah peralatan yang digunakan untuk naik meniti tali, seperti Hand Jammer, Croll, Gibs, Basic Jammer, Jummar dan lain sebagainya.

   http://2.bp.blogspot.com/-gjERtqcI8IQ/UPk12S0BMUI/AAAAAAAAACQ/8QsePetWt9M/s200/ascender-petzl-left-.jpghttp://3.bp.blogspot.com/-E7zU4QM98W4/UPk2SJ-iWeI/AAAAAAAAACY/isSARjsGbRw/s200/foot+ascender..jpg
d.      Carabiner
Carabiner / cincin kait adalah metal pengunci yang berfungsi sebagai penghubung antar peralatan. Bentuknya oval, delta, atau modified delta, mempunyai per pembuka yang terpasang pada bagian memanjang.
http://www.camp-usa.com/product-images/Hardware-350w/Carabiners/Oval-BET-Screwgate-1079-08.jpg http://www.pbiheightsafety.com/assets/Uploads/_resampled/SetRatioSize700600-1078.jpg
Spesifikasi :
1)      Gates.
Gate/pintu digunakan untuk memasukkan tali atau sling, terbuat dari steel atau alloy, dilengkapi pembuka gate,screw/ pengunci, dan non screw.
2)      Kekuatan.
Setiap fabrikasi carabiner mencantumkan nilai kekuatan, dan ditempatkan pada sisi memanjang dari carabiner. Kekuatan minimum carabiner 2000 Kg
3)      Perawatan.
Setiap peralatan yang terbuat dari steel dan alloy, perawatannya adalah tidak boleh menjatuhkannya atau memukulkan pada permukaan yang keras.
Yang direkomendasikan untuk vertical rescue adalah carabiner screw gate.
Carabiner screw gate
Selama menggunakan dua carabiner dengan dibuat dengan posisi berlawanan adalah aman, ini dapat diganti dengan sebuah carabiner screw gate. Design khusus sangat  bervariasi tergantung pembuatnya.
Carabiner di design dengan pembebanan memanjang. Bagian terlemah dari carabiner adalah gate, kekuatan carabiner akan berkurang dan kemungkinan akan menyebabkan rusak/patahnya carabiner tersebut. Getaran dapat menyebabkan sleve pengunci dapat terbuka. Apapun type carabiner yang digunakan Rescuer, harus tetap dimonitor setiap saat.

e.       Cowstail : Tali pengaman atau pembantu yang terdiri dari satu tali panjang (50 cm)dan tali pendek (45 cm) yang berhubungan dan dibuat dari tali dinamik diameter 9-11 mm.
Cowstail dibuat dengan tali dinamis yang disimpul salah satu tali lebih pendek. Tali yang lebih pendek (satu lengan siku) sebagai pengaman dan tali yang lebih panjang (sejangkauan tangan) dihubungkan dengan hand ascender.
http://2.bp.blogspot.com/-K6I6p6G_tCM/UPk-b35PS1I/AAAAAAAAAD4/RJhO7uNF9kw/s320/cowstails.jpg

f.       Million Rapide tiga buah, yaitu :
            MR semi cilculair yaitu sejenis carabiner yang khusus diciptakan untuk menahan beban dari segala arah secara merata, serta beban resultan. Digunakan untuk menghubungkan sit harness serta untuk mengkaitkan MR oval ,cowstail,carabiner oval non screw (friksi) dan carabiner oval screw yang menghubungkan ke descender.
            MR oval, berfungsi menghubungkan chest ascender (croll) dengan MR semi circular.
            MR delta, berfungsi menghubungkan chest ascender (croll) dengan chest harness.





-          Footloop: yaitu, tali yang digunakan sebagai pijakan kaki pada waktu naik ,yang dikaitkan pada jumar terbuat dari tali statik atau webbing.
http://202.67.224.131/pdimage/70/1426370_beal-top-gun.jpghttp://3.bp.blogspot.com/-GRWQFmUBoqg/UPk_tI5TBVI/AAAAAAAAAEI/F_3-nivYe_A/s1600/201192.jpg
g.      Carmantel
Adalah tali utama dalam melakukan kegiatan Repling maupun jenis yang lain. Ada berbagai jenis tali yang di gunakan. Dalam jenisnya ada yang elastis (mempunyai daya lentur), ada juga yang hanya mempunyai daya elastis yang minim bahkan tidak sama sekali.








h.      Webbing
Disebut juga tape (pita) terbuat dari nilon. Digunakan untuk membuat harness, anchor, dan lain-lain.  
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/6c/Webbing.jpg





Beberapa hal penting yang harus diketahui adalah pengetahuan mengenai:

A.  TALI
Tali adalah yang paling penting dalam SRT. Tali yang digunakan untuk abseling/prusiking tidak boleh putus atau patah. Implikasinya kita harus tahu jenis tali yang baik.
Karakteristik tali yang digunakan adalah sebagai berikut :
-          Tali Statik : Elongansi 2 %.
-          Tensile Strengh = 1500 kg minimal.
-          Tahan gesekan dengan batuan.
-       Menyerap sedikit air, hal ini tergantung dengan ruangan diantara serat serat tali.
-          Tahan terhadap panas, yang meningkat pada waktu asembling minimal 150 derajat.
-          Diameter tali 9-12 mm.
-          Setelah dipakai tali wajib dicuci untuk menghilangkan kotoran didalam serat tali.

B.  SIMPUL TALI TEMALI DASAR
Tali temali adalah suatu keterampilan yang mutlak diperlukan oleh seorang petualang. Walaupun belum pernah mempelajari secara khusus, sesungguhnya tanpa disadari hampir setiap orang mampu membuat 2/3 simpul yang paling dasar.
Pada dasarnya hanya ada beberapa simpul dasar dalam tali temali. Sebuah simpul yang baik harus memenuhi syarat sebagai berikut :
1.      Versalility (multi guna ).
2.      Aman.
3.      Kuat.
4.      Mudah untuk dibuat simpul.

Beberapa simpul simpul dasar dan kegunaannya :
1.   Overhand Knot/Simpul Hidup
Simpul ini adalah simpul yang paling sederhana dan paling dasar. Biasanya digunakan pada ujung tali untuk menghentikan geseran /untuk mematikan ujung tali.
2.   Figure of eight Knot/Simpul delapan.
Simpul ini lebih kuat daripada simpul hidup. namun fungsinya hampir sama. Kekurangannya dibanding simpul hidup, simpul ini membutuhkan banyak tali.
3.   Sheet bend Knot/Simpul ANYAM.
Digunakan untuk menyambung dua buah tali yang besarnya tidak sama besar. Kalau perbedaan tali ini terlalu jauh, maka simpulnya harus digandakan.
4.   Bowline Knot/Simpul Kambing.
Sifat simpul ini tidak menjerat dan tidak dapat digeser geser.
5.   Simpul Mati.
Digunakan untuk menyambung tali yang sama besar, simpul ini cukup mudah dan sederhana.
6.   Turbuck Knot.
Simpul ini tidak terlalu baik pada tali yang sudah kaku, kadang kadang menjerat atau lepas sama sekali.
7.   Tauline Hitch.
Simpul ini sifatnya sama dengan Turbuck Knot, yaitu tidak menjerat kalau talinya ditarik, tetapi mudah digeser kalau ikatannya didorong.
8.   Two Half Hitch.
Sifat simpul ini menjerat, biasanya digunakan untuk mengikat tali pada pangkal kayu.
9.   Timber Hitch/Jerat tukang kayu.
Simpul ini sifatnya menjerat. Sesuai dengan namanya, simpul ini biasanya dipakai
untuk mengikat tali pada balok kayu.
10.  Clove Hitch/Simpul Pangkal.
Simpul ini sederhana dan bisa dipakai untuk mengikatkan tali tenda pada pasak.
11.  Fisherman’s Knot/ Simpul Nelayan.
Berguna untuk menyambung dua buah tali yang sama besar. Jika tali dalam keadaan basah dan licin, simpul ini bisa digandakan agar lebih aman dan kuat.
12.  Prusik Knot.
Simpul ini bersifat menjepit bila mendapat tekanan, namun bisa digeser dengan mudah bila didorong pada saat tidak mendapat tekanan.
13.  Simpul Tiang.
Digunakan untuk menyambung dua buah balok kayu atau tiang.
14.  Butterfly Knot/ Simpul Kupu kupu.
Simpul ini digunakan sebagai pengaman pada tali yang rusak, atau dapat digunakan untuk membuat tangga (dengan tali yang panjang dan kuat).

































 




















C. BEBERAPA SISTEM DALAM SRT :
a.       Texas sistem, menggunakan 2 hand ascender yang dihubungkan dengan cows tails yang ujung pendek diposisi bawah ditambah foot loop, sedang yang lain diatas dilewatkan kedalam penyambung chest harness dan dipegang tangan.
b.      Rope walker sistem, menggunakan 3 buah gibbs, satu diikatkan dipundak, satu ditengah dengan tambahan foot loop,dan satu lagi dibawah diikatkan di kaki.
c.       Mitchele sistem, seperti Texas sistem hanya ditambah chest box pada chest harness, dan ascender atas ditambah footloop.
d.      Floating cam sistem, menggunakan hand ascender yang dihubungkan cows tails dan footloop foot ascender, dihubungkan cows tails dan diikatakan di kaki dan menggunakan chest box.
e.       Jummar sistem, menggunakan 2 buah ascender yang dihubungkan dengan cows tails dan foot loop, dan dipegang di kedua tangan, tali dilewatkan di penghubung chest harness.
f.       Frog rig sistem. Sistem ini paling banyak digunakan karena kenyamanan, keamanan, dan kecepatan, serta sistem ini sering disebut dengan Sit and Stand System karena saat meniti tali gerakannya seperti orang berdiri lalu duduk.

Organisasi ( set SRT ).
Adalah suatu sistem penggabungan/merangkai peralatan yang akan digunakan dalam SRT. Dalam sistem ini digunakn sit harness yang dihubungkan dengan delta MR, yang didalam MR tersebut dirangkaikan peralatan lainnya. Urutan paling kiri cows tails, oval MR yang terhubung dengan chest ascender, lalu oval carabiner screw gate yang dihubungkan dengan descender, lalu carabiner non screw/karabiner friksi yang berfungsi sebagai pengatur laju kecepatan tali pada saat kita descending. Ujung cows tails panjang dihubungkan dengan delta carabiner yang dirangkaikan dengan hand ascender dan footloop. Chest ascender diikatkan ke dada dengan menggunakan chest harness.

Descending.
Adalah teknik menuruni tali pada frog rig system biasanya menggunakan descender simple maupun auto stop. Untuk penggunaannya harus ditambah dengan carabiner non screw disamping kanannya yang berguna untuk mengatur kelajuan gerak tali pada saat kita turun. Pada saat akan mulai menuruni lintasan, berhenti ditengah lintasan ataupun melalui suatu bentuk lintasan, descender harus pada keadaan terkunci dengan menggunakan tehnik penguncian tersendiri.
Descending tidak mengutamakan kecepatan, tetapi mengutamakan keamanan dan kenyamanan.




Macam-macam dan Variasi Teknik Rappeling
1. Body Rappel
Menggunakan peralatan tali saja, yang dibelitkan sedemikian rupa pada badan. Pada teknik ini terjadi gesekan antara badan dengan tali sehingga bagian badan yang terkena gesekan akan terasa panas.
2. Brakebar Rappel
Menggunakan sling/tali tubuh, carabiner, tali, dan brakebar. Modifikasi lain dari brakebar adalah descender (figure of 8). Pemakaiannya hampir serupa, dimana gaya gesek diberikan pada descender atau brakebar.
3. Sling Rappel
Menggunakan sling/tali tubuh, carabiner, dan tali. Cara ini paling banyak dilakukan karena tidak memerlukan peralatan lain, dan dirasakan cukup aman. Jenis simpul yang digunakan adalah jenis Italian hitch.
4. Arm Rappel / Hesti
Menggunakan tali yang dibelitkan pada kedua tangan melewati bagian belakang badan. Dipergunakan untuk tebing yang tidak terlalu curam.
Dalam rapelling, usahakan posisi badan selalu tegak lurus pada tebing, dan jangan terlalu cepat turun. Usahakan mengurangi sesedikit mungkin benturan badan pada tebing dan gesekan antara tubuh dengan tali. Sebelum memulai turun, hendaknya :
1.      Periksa dahulu anchornya.
2.      Pastikan bahwa tidak ada simpul pada tali yang dipergunakan.
3.      Sebelum sampai ke tepi tebing hendaknya tali sudah terpasang dan pastikan bahwa tali sampai ke bawah (ke tanah).
4.      Usahakan melakukan pengamatan sewaktu turun, ke atas dan ke bawah, sehingga apabila ada batu atau tanah jatuh kita dapat menghindarkannya, selain itu juga dapat melihat lintasan yang ada.
5.      Pastikan bahwa pakaian tidak akan tersangkut carabiner atau peralatan lainnya.













Ascending.
Adalah teknik meniti tali keatas, pada frog rig sysrem digunakan sebuah hand ascender sebagai pegangan yang dihubungkan dengan cows tails ujung panjang yang dirangkaikan dengan foot loop untuk pijakan kaki dan sebuah chest ascender yang diikatkan ke dada dengan chest harness.
ascending
ascending2
Gerakkan telapak kaki untuk menjepit tali dengan telapak kaki. Cara pertama adalah menjepit tali menggunakan bagian dalam pergelangan kaki dengan bagian luar telapak kaki. Cara kedua adalah menjepit tali dengan kedua telapak kaki ketika melakukan gerakan berdiri. Ketika mengangkat kedua kaki, kedua telapak kaki dibuka.

Sumber:


download full makalah at  https://www.dropbox.com/s/ghy4ip8bch49vta/TUGAS%20OLAHRAGA.docx?dl=0

0 comments:

Post a Comment