Get me outta here!

Friday, July 29, 2016

PERANG DUNIA II



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Masa pendudukan Jepang di Indonesia dimulai pada tahun 1942 dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945 seiring dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dan M. Hatta atas nama bangsa Indonesia.
Pada Mei 1940, awal Perang Dunia II, Belanda diduduki oleh Jerman Nazi. Hindia Belanda mengumumkan keadaan siaga dan pada Juli mengalihkan ekspor untuk Jepang ke Amerika Serikat dan Inggris. Negosiasi dengan Jepang yang bertujuan untuk mengamankan persediaan bahan bakar pesawat gagal pada Juni 1941, dan Jepang memulai penaklukan
Asia Tenggara di bulan Desember tahun itu. Pada bulan yang sama, faksi dari Sumatra menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda yang terakhir dikalahkan Jepang pada Maret 1942. Pengalaman dari penguasaan Jepang di Indonesia sangat bervariasi, tergantung di mana seseorang hidup dan status sosial orang tersebut. Bagi yang tinggal di daerah yang dianggap penting dalam peperangan, mereka mengalami siksaan, terlibat perbudakan seks, penahanan sembarang dan hukuman mati, dan kejahatan perang lainnya. Orang Belanda dan campuran Indonesia-Belanda merupakan target sasaran dalam penguasaan Jepang.

B.  Rumusan Masalah

1.      Apa latar belakang Jepang melibatkan diri dalam PD II?
2.      Apa saja kemenangan yang diperoleh Jepang dan bagaimana proses masuknya Jepang ke Indonesia?
3.      Apa kaitan antara PD II dengan masuknya Jepang ke Indonesia?
4.      Bagaiaman jalur gerakan tentara Jepang dari Asia Tenggara ke kepulauan Indonesia?

C.  Tujuan

1.      Mengetahui latar belakang Jepang melibatkan diri dalam PD II
2.      Mengetahui saja kemenangan yang diperoleh Jepang dan proses masuknya Jepang ke Indonesia
3.      Mengetahui keterkaitan antara PD II dengan masuknya Jepang ke Indonesia
4.      Mengetahui jalur gerakan tentara Jepang dari Asia Tenggara ke kepulauan Indonesia

BAB II
PEMBAHASAN

A.  Latar Belakang Jepang Melibatkan Diri Dalam PD II

Perang Dunia I diakhiri dengan kemenangan Blok Sekutu dan kekalahan Blok Sentral. Penyelesaian Perang Dunia I dilakukan dengan mengadakan perjanjian-perjanjian perdamaian yang diantaranya sebagai berikut:
1.      Perjanjian Versailles.
Perjanjian ini dilakukan pada tanggal 28 Juni 1918. Isi perjanjian dari Versailles antara lain:
a.        Jerman menyerahkan Elzas-Lotharingen kepada Perancis dan Eupen-Malmedy kepada Belgia.
b.      Danzig dan sekitarnya menjadi kota merdek di bawah LBB.
c.       Jerman kehilangan semua daerah jajahannya dan diserahkan kepada Inggris. Perancis, dan Jepang.
d.      Jerman membayara ganti kerugian perang sebesar 132 milyar mark emas kepada sekutu.
e.       Angkatan perang Jerman diperkecil (maksimal 100.000 tentara).
f.       Kapal-kapal dagang Jerman diserahkan kepada Inggris sebagai ganti kerugian perang.
g.      Daerah Jerman sebelah barat sungai Rhein diduduki sekutu sebagai jaminan, selama lima belas tahun.
2.      Perjanjian Saint Germain.
Perjanjian ini ditandatangani pada tanggal 10 November 1919. Perjanjian ini untuk menyelesaikan permasalahan antara Sekutu dan Austria. Isi dari perjanjian Saint Germain:
a.       Austria mengakui kemerdekaan Hongaria, Cekoslovakia, dan Polandia.
b.      Austria kehilangan Tyrol, Istrie, dan sebagian Sudenten.
c.       Diadakan demiliterisasi di Austria.
d.      Serbia ditambah Montenegro dan beberapa daerah Austria di Balkan menjadi daerah Yugoslavia.
3.      Perjanjian D. Neuilly
Perjanjian ini dilakukan pada tanggal 27 November 1919. Perjanjian ini dilakukan oleh Sekutu dan Bulgaria. Isi perjanjian ini adalah bahwa Bulgaria menyerahkan daerah pantai Aegia kepada Yunani.
4.      Perjanjian Sevres
Perjanjian Sevres dilakukan pada tanggal 20 agustus 1920. Negara yang berperan dalam perjanjian ini adalah Sekutu dan Turki. Isi perjanjian adalah:
a.       Daerah Turki diperkecil, sehingga tinggal Konstantinopel dan sekitarnya.
b.      Daerah yang penduduknya bukan orang Turki harus dilepaskan.
c.       Smyrna dan Thracia diduduki oleh Yunani.
d.      Dardanella, Laut Marmora, dan selat Bosporus harus dibuka untuk semua kapal dari semua bangsa.
e.       Armenia dan Kurdi diberi status merdeka.
Dari beberapa perjanjian di atas, ada beberapa negara yang memperoleh keuntungan, namun adapula yang mengalami kerugian. Negara yang mengalami kerugian akan memiliki semangat untuk membalas dendam. Dalam perkembangannya negara yang memiliki semangat tinggi untuk balas dendam, membuat negara-negara tersebut menciptakan totaliterisme. Paham tersebut akhirnya berkembang lagi menciptakan fasisme. Negara yang dimaksud adalah Jerman, Italia dan Jepang.
Fasisme dapat didefinisikan sebagai suatu paham atau ideologi yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme atau nasionalisme militan, bersifat absolut, otoriter, dan menganggap rendah bangsa-bangsa lain di dunia. Negara-negara yang mempunyai faham fasisme dalam menjalankan pemerintahannya cenderung bersifat otoriter, militerisme, dan rasialis sehingga hal ini memberikan peluang kepada negara-negara tersebut untuk melakukan imperalis kepada negara-negara lain.
Italia seharusnya mendapatkan pergantian kerugian yang ditimbulkan akibat Perang Dunia I, namun hal tersebut tidak terjadi dikarenakan kondisi keuangan negara-negara yang tergabung ke dalam blok sentral atau Triple Alliance sangat buruk, sehingga tidak memungkinkan untuk mengganti kerugian perang. Hal ini menyebabkan kondisi keuangan dan perekonomian Italia semakin buruk. Hingga muncullah Benito Mussolini sebagai tokoh Fasis Italia. Usaha-usaha Benito Mussolini dalam membangkitkan semangat nasionalisme fanatik tersebut ternyata memberikan keberhasilan, meskipun pada akhirnya mengundang kekhawatiran bagi bangsa-bangsa di dunia karena mengancam keamanan dan kedaulatan bangsa-bangsa lain di dunia.  
Berbeda dengan Italia, Jerman merupakan negara yang tergabung ke dalam Triple Alliance (blok sentral) dalam Perang Dunia I sehingga diwajibkan membayar segala kerugian yang terjadi pada Perang Dunia I kepada negara-negara yang menang perang Triple Entente (blok sekutu). Namun, kondisi keuangan Jerman tidak memungkinkan, bahkan kondisi perekonomian di dalam negeri Jerman sangat buruk. Keadaan ini menimbulkan rasa benci dan keinginan untuk balas dendam dalam jiwa bangsa Jerman kepada negara-negara yang tergabung dalam blok sekutu. Hingga muncul Hitler, pendiri NAZI yang berpaham fasisme.
Berbeda dengan Jerman dan Italia, kedua negara tersebut muncul sebagai negara fasis dengan berlatar belakang Perang Dunia I. Sedangkan kemunculan Jepang sebagai negara fasis berawal dari adanya Restorasi Meiji. Adapun Restorasi Meiji sendiri muncul sebagai akibat adanya kekecewaan bangsa Jepang kepada Keshogunan Tokugawa yang dianggap lemah kepada bangsa asing, seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Rusia dengan cara membuka pelabuhan untuk perdagangan bangsa-bangsa tersebut.
Selain itu, bangsa Jepang juga merasa kecewa terhadap kekaisaran karena kaisar dianggap sebagai simbol yang hanya duduk diam di dalam istana. Sedangkan urusan pemerintahan semuanya diserahkan kepada shogun sebagai pemimpin pemerintahan tertinggi di Jepang. Kekecewaan-kekecewaan tersebut telah melahirkan banyaknya berbagai pemberontakan kepada kaisar yang mengarah kepada timbulnya perang saudara dan munculnya campur tangan bangsa asing di Jepang.
Ketegangan berakhir setelah adanya penyerahan kekaisaran dari Tokugawa kepada Kaisar Meiji pada tahun 1866 yang mengakhiri pemerintah secara militer dan otoriter Keshogunan Tokugawa. Restorasi Meiji membuka jalan kepada Jepang untuk menuju kepada zaman baru yang lebih baik. Kekaisaran Meiji kembali mengobarkan semangat bangsa Jepang dengan mengangkat kembali ajaran Hakko Ichiu.
Ajaran Hakko Ichiu pertama kali ditemukan oleh Kaisar Jimmu sekitar abad 660 SM. Hakko Ichiu mempunyai arti delapan penjuru bawah satu yang artinya dunia itu terdiri atas delapan penjuru yang merupakan keluarga besar dan menempakan Jepang adalah pemimpinnya. Dalam ajaran Hakko Ichiu diajarkan bahwa bangsa Jepang merupakan keturunan dewa yang paling murni dan paling kuat sehingga paling berhak memimpin dunia.
Pada Masa Kekaisaran Meiji Ajaran Hakko Ichiu telah dimodifikasi dan dipropagandakan dengan situasi pada saat itu, yang intinya antara lain sebagai berikut.
  Jepang adalah pusatnya dunia dan Kaisar adalah pemimpinnya. Kaisar adalah dewa di dunia yang merupakan perwujudan dari Amiterasu Omikami (Dewi Matahari).
  Jepang dilindungi oleh kekuatan Kami (dewa) secara utuh sehingga Jepang merupakan negara yang kuat, istimewa, dan lebih baik dari negara-negara lain di dunia. Dengan demikian Jepang mempunyai hak dan kewajiban untuk menyatukan bangsa-bangsa di dunia menjadi satu keluarga dan menempatkan Jepang sebagai pemimpinnya.
Ajaran Hakko Ichiu berhasil mengobarkan semangat bangsa Jepang menjadi bangsa yang ultranasionalis (nasionalisme militan). Selain itu, Jepang pun berhasil menjadi negara industri yang kuat dan mampu bersaing dengan negara-negara maju di Eropa dan Amerika. Meskipun sangat disayangkan, kemajuan industri tersebut memicu tumbuhnya faham fasisme dan militerisme yang mengarah kepada imperialisme.
Perdana Menteri Tanaka (1927) merupakan perdana Menteri Pertama Jepang yang mempelopori Jepang menjadi negara fasis pada saat Kaisar Hirohito berkuasa. Pada saat itu, Kaisar Hirohito menetapkan beberapa kebijakan untuk memperbesar dan memperkuat negara Jepang, yaitu sebagai berikut.
  Mengagungkan semangat bushido
  Menyingkirkan tokoh-tokoh politik yang antimiliter
  Melakukan perluasan wilayah kekuasaan ke negara-negara terdekat seperti Cina, Korea, dan Manchuria.
  Memodernisasi angkatan perang.
Berdasarkan kebijakan tersebut, Perdana Menteri Tanaka memerintahkan tentara Jepang untuk melakukan invasi ke Mongol dan Manchuria, meskipun akibatnya Perdana Menteri Tanaka harus mengundurkan diri pada tahun 1928.
Kebijakan Perdana Menteri Tanaka kemudian dilanjutkan oleh Perdana Menteri Hideki Tojo (1941) yang merupakan perdana menteri ke-40. Perdana Menteri Hideki Tojo memulai pemerintahannya dengan mengusai dan mengembangkan militer di seluruh Jepang.
Pada tahun 1941, Perancis menyerah kepada NAZI. Saat ini dimanfaatkan Jepang untuk menguasai daerah jajahan Perancis. Tentu saja hal ini membuat Amerika Serikat tidak senang. Akibatnya Amerika membentuk ABDACOM (American British Deutch Australian Command). Amerika bersama ABDACOM menerapkan embargo baja, besi, kemudian minyak bumi terhadap Jepang. Hal ini membuat Jepang khawatir akan kelangsungan hidupnya sebagai negara Industri baru. Akhirnya Jepang berencana untuk menguasai sumber minyak di Asia Tenggara dan Selatan. Padahal Asia Tenggara dan Selatan ada di bawah kendali Belanda, dimana Belanda merupakan sekutu Amerika dalam ABDACOM. Untuk itu, Jepang harus bisa melumpuhkan AS agar bisa menguasai sumber minyak bumi di Asia Tenggara dan Selatan. Rencanapun dibuat.
Hari minggu pagi tanggal 7 Desember 1941, 360 pesawat terbang Jepang yang terdiri dari pembom pembawa torpedo serta sejumlah pesawat tempur diberangkatkan dalam dua gelombang. Pengeboman Pearl Harbor berhasil menenggelamkan dua kapal perang besar serta merusak 6 kapal perang lain. Selain itu pemboman Jepang tesebut juga menghancurkan 180 pesawat tempur Amerika. Lebih dari 2.330 serdadu Amerika tewas dan lebih dari 1.140 lainnya luka-luka. Namun tiga kapal induk Amerika selamat, karena pada saat itu tidak berada di Pearl Harbor. Tanggal 8 Desember 1941, Kongres Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang.
Perdana Menteri Hideki Tojo dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II. Hal ini disebabkan pada masa pemerintahannya Jepang dilegalkan bergabung ke dalam blok sentral (triple alliance) bersama Jerman dan negara lain, termasuk pemberian izin melakukan serangan ke Peral Harbour yang menyebabkan pecahnya Perang Dunia II di kawasan Asia dan Pasifik.

B.  Beberapa Kemenangan Jepang dan Proses Masuknya ke Indonesia

Invasi Jepang ke Asia Tenggara mula-mula ditujukkan ke Hongkong. Walaupun Inggris mengadakan perlawanan, tetapi tidak berlangsung lama. Pada tanggal 25 Desember 1941, Hongkong resmi diduduki oleh Jepang. Penyerbuan selanjutnya ditujukkan terhadap Malaysia yang merupakan pusat pertahanan Inggris yang vital. Inggris mempertahankan Malaysia secara mati-matian, tetapi akhirnya berhasil dilumpuhkan pada bulan Februari 1942. serangan berikutnya dilancarkan ke Jepang ke wilayah Birma. Akhirnya Jepang berhasil menguasai Birma pada bulan Mei 1942.
Daerah yang menjadi serangan berikutnya adalah Filipina. Tentara Jepang yang dipimpin oleh Jendral Masaharu Homma mendapat perlawanan yang hebat dari tentara Amerika Serikat dibawah komandan Jendral Douglas Mac Arthur. Namun, lambat laun pertempuran pun tidak seimbang, maka Presiden Rooselvelt memerintahkan Mac Arthur mengundurkan diri ke Australia.
Guna mengantisipasi serangan Jepang, negara-negara sekutu di Asia Tenggara setelah membentuk komando gabungan dengan nama Abdacom (American, British, Dutch, Australian Command). Komandan tertingginya dijabat oleh Marsekal Sir Archibald Wavell (Inggris), komandan angkatan laut adalah Laksamana Thomas C. Harth (Amerika), komandan angkatan darat adalah Letnan Jendral Hein Ter Poorten (Belanda), dan komandan angkatan udara adalahMarsekal Richard E,C. Pierce (Australia).
Markas besar Abdacom berada di Lembang (Jawa Barat), sedangkan markas besar Angkatan Lautnya di Surabaya. Untuk pertahanan di laut, sekutu membagi daerah perairan Asia Tenggara atas tiga bagian. Wilayah barat, dimulai dari Laut Cina Selatan, Laut Hindia, dan Singapura, merupakan tanggung jawab Inggris. Wilayah perairan Makasar terus ke timur menjadi tanggung jawab Amerika dan Australia, sedangkan Laut Jawa menjadi tanggung jawab Belanda.
Abdacom memiliki sejumlah kelemahan, yaitu:
1.    Jumlah tentaranya tidak memadai dibandingkan dengan jumlah tentara Jepang.
2.    Mereka tidak pernah mengdakan latihan bersama. Sistem perang maupun sistem komandonya masing-masing berbeda. Sebaliknya, pihak Jepang memiliki tentara dalam jumlah besar. Mereka dibawah satu komando terlatih dan memiliki semangat bushido yang tinggi.
Dalam serangannya terhadap Sekutu di Laut Cina Selatan, kapal Inggris Prince of Wales dan Repulse berhasil ditenggelamkan oleh 50 pembom berani mati Jepang. Dan akhirnya setelah peristiwa itu Abdacom berantakan, komandan tertinggi yaitu Sir Archibald Wavell akhirnya terpaksa meninggalkan Indonesia karena sudah tidak bisa dipertahankan lagi dan meningkir ke India untuk mempertahankan India.
Pada Januari 1942, Jepang mendarat di Indonesia melalui Ambon dan seluruh Maluku. Meskipun pasukan KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger ) dan pasukan Australia berusaha menghalangi, tapi kekuatan Jepang tidak dapat dibendung. Daerah Tarakan di Kalimantan Timur kemudian dikuasai oleh Jepang bersamaan dengan Balikpapan (12 Januari 1942). Jepang kemudian menyerang Sumatera setelah berhasil memasuki Pontianak. Bersamaan dengan itu Jepang melakukan serangan ke Jawa (Februari 1942).
Pada tanggal 1 Maret 1942, kemenangan tentara Jepang dalam Perang Pasifik menunjukkan kemampuan Jepang dalam mengontrol wilayah yang sangat luas, yaitu dari Burma sampai Pulau Wake. Setelah daerah-daerah di luar Jawa dikuasai, Jepang memusatkan perhatiannya untuk menguasai tanah Jawa sebagai pusat pemerintahan Hindia Belanda.
Untuk menghadapi gerak invasi tentara Jepang, Belanda pernah membentuk Komando Gabungan Tentara Serikat yang disebut ABDACOM (American British Dutch Australian Command) yang bermarkas di Lembang. Panglima dari pergerakan tersebut bernama Jenderal Sir Archhibald. Kemudian Letnan Jenderal Ter Poorten diangkat sebagai panglima perang tentara Hindia Belanda. Sementara itu, Gubernur Jenderal Carda (Tjarda) pada bulan Februari 1942 sudah mengungsi ke Bandung.
Dalam upaya menguasai Jawa, telah terjadi pertempuran di Laut Jawa, yaitu antara tentara Jepang dengan Angkatan Laut Belanda di bawah Laksamana Karel Doorman. Dalam pertempuran ini Laksamana Karel Doorman dan beberapa kapal Belanda berhasil ditenggelamkan oleh tentara Jepang. Sisa-sisa pasukan dan kapal Belanda yang berhasil lolos terus melarikan diri menuju Australia. Sementara itu, Jenderal Imamura dan pasukannya mendarat di Jawa pada tanggal 1 Maret 1942. Pendaratan itu dilaksanakan di tiga tempat, yakni di Banten dipimpin oleh Jenderal Imamura sendiri. Kemudian pendaratan di Eretan Wetan-Indramayu dipimpin oleh Kolonel Tonishoridan pendaratan di sekitar Bojonegoro dikoordinir oleh Mayjen Tsuchihashi. Tempat-tempat tersebut memang tidak diduga oleh Belanda.
Untuk menghadapi pasukan Jepang, sebenarnya Sekutu sudah mempersiapkan diri, yaitu antara lain berupa tentara gabungan ABDACOM, ditambah satu kompi Akademi Militer Kerajaan dan Korps Pendidikan Perwira Cadangan di Jawa Barat. Di Jawa Tengah, telah disiapkan empat battalion infanteri, sedangkan di Jawa Timur terdiri tiga batalion pasukan bantuan Indonesia dan satu batalion marinir, serta ditambah dengan satuan-satuan dari Inggris dan Amerika. Meskipun demikian, tentara Jepang mendarat di Jawa dengan jumlah yang sangat besar, sehingga pasukan Belanda tidak mampu memberikan perlawanan.
Pasukan Jepang dengan cepat menyerbu pusat-pusat kekuatan tentara Belanda di Jawa. Tanggal 5 Maret 1942 Batavia jatuh ke tangan Jepang. Tentara Jepang terus bergerak ke selatan dan menguasai kota Buitenzorg (Bogor). Dengan mudah kota-kota di Jawa yang lain juga jatuh ke tangan Jepang. Akhirnya pada tanggal 8 Maret 1942 Jenderal Ter Poorten atas nama komandan pasukan Belanda/Sekutu menandatangani penyerahan tidak bersyarat kepada Jepang yang diwakili Jenderal Imamura. Penandatanganan ini dilaksanakan di Kalijati, Subang. Dengan demikian berakhirlah penjajahan Belanda di Indonesia. Kemudian Indonesia berada di bawah pendudukan tentara Jepang. Gubernur Jenderal Tjarda ditawan. Namun Belanda segera mendirikan pemerintahan pelarian (exile government) di Australia di bawah pimpinan H.J. Van Mook.

C.  Keterkaitan PD II dengan Masuknya Jepang ke Indonesia

Keterkaitan PD II dengan masuknya Jepang ke Indonesia berhubungan dengan latar belakang Jepang terlibat dalam PD II itu sendiri. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian A, latar belakang Jepang menyerang AS adalah karena AS mengembargo beberapa sumber daya yang sangat dibutuhkan untuk memajukan Jepang sebagai negara industri baru, dimana penyerangan itu merupakan awal dari PD II.
Sebelum kedatangan Jepang di Indonesia, Jepang telah melakukan spionase dan menyelidiki seluk beluk Indonesia. Jepang menyadari bahwa di Indonesia banyak sekali sumber daya alam. Untuk itu Jepang merasa harus menguasai Indonesia untuk mendapatkan sumber daya alam itu, mengingat bahwa AS mengembargo minyak bumi dan beberapa sumber daya alam lain terhadap Jepang.
Sebelumnya, Indonesia adalah negeri jajahan Belanda, yang bekerja sama dengan AS. Untuk mengusai Indonesia Jepang harus menyingkirkannya. Penyerangan Pearl Harbour adalah jembatan Jepang untuk mebgusai Indonesia, karena saat kondisi AS melemah, Belanda juga akan melemah.
Saat kondisi tersebut, Jepang mulai mengadakan ekspansi ke negara negara Asia Tenggara lalu sampai ke Indonesia. Indonesia dijadikan sumber bahan mentah dan bahan bakar bagi kepentingan industri Jepang. Di samping itu, Indonesia juga dijadikan sebagai pasar hasil industri Jepang karena jumlah penduduknya sangat banyak. Indonesia juga dijadikan sumber untuk mendapatkan tenaga kerja dengan upah murah.

 



 


D.  Peta Jalur Gerakan Tentara Jepang dari Asia Tenggara ke Kepulauan Indonesia

1.      Peta jalur gerakan tentara Jepang ke Asia Tenggara
2.      Peta jalur gerakan tentara Jepang ke Jawa







BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:
1.    Latar belakang Jepang melibatkan diri dalam PD II adalah keinginan Jepang untuk memajukan diri sebagai negara industri yang kemudian melakukan ekspansi ke berbagai negara untuk mencari bahan mentah untuk industrinya.
2.    Kemenangan yang diperoleh Jepang adalah :
a.         7 Desember 1941, berhasil menyerang Pearl Harbour.
b.        10 Desember 1941, menguasai Filipina.
c.         16 Desember 1941, menguasai Birma.
d.        25 Desember 1941, menguasai Hongkong.
e.         Januari 1942, mengalahkan pasukan KNIL.
f.         12 Januari, menguasai Tarakan dan Balikpapan.
g.        Februari 1942, menguasai Malaysia.
h.        1 Maret 1942, memenangi Perang Pasifik.
i.          5 Maret 1942, menguasai Batavia.
j.          8 Maret 1942, penyerahan tanpa syarat Belanda kepada Jepang
k.        9 Maret 1942, menguasai Indonesia
3.      Kaitan PD II dengan masuknya Jepang ke Indonesia berhubungan dengan keinginan Jepang untuk memajukan negara industrinya yang membawa Jepang melakukan penyerangan terhadap AS di Pearl Harbour yang memicu keterlibatannya dalam PD II.

 









DAFTAR PUSTAKA



















DAFTAR ISI


DOWNLOAD AT https://www.dropbox.com/s/0pd2g3c9fpjpr1v/PD.docx?dl=0

0 comments:

Post a Comment