Get me outta here!

Saturday, August 23, 2014

KEHIDUPAN EKONOMI SOSIAL DAN AGAMA KERAJAAN MEDANG KAMULAN DINASTI ISYANA



BAB I
PENDAHULUAN


A.  LATAR BELAKANG

Dinasti isyana merupakan kelanjutan dari dinasti Sanjaya, kerajaan Mataram kuno. Nama Isyana berasal dari Sri IsyanaWikramadharmottunggadewa, yaitu gelar MpuSindok setelah menjadi raja Medang. Dinasti ini menganut agama Hindu aliran Siwa. Pada tahun 929 M, pendiri dinasti ini, Mpu Sendok, memindahkan kerajaan Mataram Kuno dari Jawa tengah ke Jawa timur dan menamainya dengan kerajaan Medang Kamulan. “Kamulan” berarti “permulaan”, sehingga “Medang Kamulan” dapat diartikan sebagai “pra-Medang”. Mpu Sendok memerintah dari tahun 929-947 M. Kerajaan ini terletak di muara sungai Brantas dengan ibukota Watan Mas, Watu Galuh (sekarang kira-kira wilayah Kabupaten Jombang).
Pemindahan kerajaan ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:
1.           Meletusnya gunung berapi
2.           Menghindari serangan dari kerajaan Sriwijaya
3.           Adanya dataran rendah yang luas sehingga memungkinkan penanaman padi secara besar-besaran
4.           Lokasi di Jawa Timur berdekatan dengan jalur perdagangan utama yaitu jalur perdagangan rempah-rempah dari Maluku ke Malaka
5.           Adanya sungai-sungai besar di Jawa Timur sehingga sangat mudah jalur lalu lintas pelayaran dan perdagangan

B.  RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang di atas, penyusun ingin mengetahui:
1.        Bagaimana kehidupan ekonomi masyarakat kerajaan Medang Kamulan Dinasti Isyana?
2.        Bagaimana kehidupan sosial masyarakat kerajaan Medang Kamulan Dinasti Isyana?
3.        Bagaimana kehidupan agama masyarakat kerajaan Medang Kamulan Dinasti Isyana?

C.  TUJUAN

Laporan ini dibuat bertujuan untuk memenuhi tugas Sejarah serta
1.         Memahami kehidupan ekonomi masyarakat kerajaan Medang Kamulan Dinasti Isyana?
2.         Memahami kehidupan sosial masyarakat kerajaan Medang Kamulan Dinasti Isyana?
3.         Memahami kehidupan agama masyarakat kerajaan Medang Kamulan Dinasti Isyana?
















BAB II
PEMBAHASAN


A.  PEMBAHASAN INTI

1.      Kehidupan Sosial

Masa pemerintahan MpuSindok lalu Sri IsanaTunggawijaya, merupakan masa yang damai. Namun, sejak pemerintahan Dharmawangsa Teguh, politik Kerajaan cenderung mengarah ke luar negeri. Tujuannya adalah untuk merebut dominasi perdagangan di perairan Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, yang ketika itu dikuasai Sriwijaya. Untuk keperluan ini, Dharmawangsa Teguh membangun armada militer yang tangguh. Dengan kekuatan militer ini, Medang Kamulan menaklukkan Bali, lalu mendirikan semacam koloni di Kalimantan Barat. Dengan armada ini pula, Medang Kamulan kemudian menyerang Sriwijaya, walaupun tidak menang.
Dharmawangsa pun mengembangkan pelabuhan Hujung Galuh di selatan Surabaya dan Kembang Putih (Tuban) sebagai tempat para pedagang bertemu. Ketika Airlangga berkuasa, kerajaan menjaga hubungan damai dengan kerajaan-kerajaan tetangga demi kesejahteraan rakyat. Ini diperlihatkan dengan mengadakan perjanjian damai dengan Sriwijaya. Kerajaan pun memperlakukan umat Hindu dan Buddha sederajat..

2.      Kehidupan Ekonomi

Kehidupan masyarakat Mataram umumnya bersifat agraris karena pusat  Mataram terletak di pedalaman, bukan di pesisir pantai. Pertanian merupakan sumber kehidupan kebanyakan rakyat Mataram. Di samping itu, penduduk di desa (disebutwanua) memelihara ternak seperti kambing, kerbau, sapi, ayam, babi, dan itik. Sebagai tenaga kerja, mereka juga berdagang  dan menjadi pengrajin.
Dari Prasasti Purworejo (900 M) diperoleh informasi tentang kegiatan perdagangan. Kegiatan di pasar ini tidak diadakan setiap hari melainkan bergilir, berdasarkan pada hari pasaran menurut kalender Jawa Kuno. Pada hari Kliwon, pasar diadakan di pusat kota. Pada hari I Mani satau legi, pasar diadakan di desa bagian timur. Pada hari Paking (Pahing), pasar diadakan di desa sebelah selatan. Pada hari Pon, pasar diadakan di desa sebelah barat. Pada hari Wage, pasar diadakan di desa sebelah utara.

3.      Kehidupan Agama

Berdasarkan garis keturunannya, MpuSindok merupakan keturunan Sanjaya, dimana Sanjaya merupakan penganut agama Hindu Siwa. Sehingga dapat diketahui bahwa MpuSindok juga merupakan penganut agama Hindu aliran Siwa. Dengan demikian dapat diketahui pula bahwa kerajaan yang dipimpin Mpu Sendok juga beralirkan Hindu Siwa.